Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait

Xi Jinping Bercerita tentang Reformasi dan Keterbukaan Tiongkok


10 October 2018 | By idadmin | CRI

Melalui reformasi dan keterbukaan bertahun-tahun, kekuatan komprehensif negara Tiongkok bertumbuh dengan pesat dan pengaruh Tiongkok di dunia terus meningkat, sementara perhatian dunia terhadap pembangunan Tiongkok bertambah banyak dan di antaranya ada pujian, pengertian dan juga ada kesangsian dan kekhawatiran. Selama kunjungannya di Inggeris pada bulan Oktober tahun 2015, Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di Kota Moneter London, salahsatu dari 3 pusat moneter terbesar di dunia menanggapi perhatian dunia luar terhadap pembangunan Tiongkok dan membentangkan jalan pembangunan Tiongkok yang menjadi perhatian umum.

 

Ia mengatakan, rakyat Tiongkok menempuh jalan yang dipilih sejarah dan jalan itu menentukan nasib. Suatu negara dan bangsa setelah berhasil menemukan jalan yang sesuai dengan keadaannya sendiri baru dapat merealisasi target pembangunannya. Selama 37 tahun sejak reformasi dan keterbukaan, laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok sekitar 10 persen per tahun dan Tiongkok menjadi ekonomi kedua terbesar di dunia. Tiongkok dalam waktu puluhan tahun berhasil menyelesaikan proses perkembangan yang ditempuh negara-negara maju dalam waktu ratusan tahun. Ini menunjukkan sepenuhnya bahwa rakyat Tiongkok tengah menemuh jalan yang tepat.

 

Xi Jinping menunjukkan, bahwa itulah pilihan sejarah dan juga pilihan rakyat. Tiongkok terus mengadakan perbaikan dalam praktek, terus mengadakan reformasi dalam pembangunan sehingga telah terbentuk sosialisme yang berciri khas Tiongkok. Sosialisme yang berciri khas Tiongkok ialah harus membangun ekonomi pasar sosialis, politik demokratis, kebudayaan progresif, masyarakat harmonis dan ekologi yang beradab, mendorong perkembangan menyeluruh manusia, mendorong keadilan sosial, dan secara bertahap merealisasi kekayaan bersama segenap rakyat.

 

Pertemuan Puncak Industri dan Komersial Kelompok 20 dibuka di Kota Hangzhou Zhejiang pada tanggal 3 September 2016. Presiden Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan pidato. Di sela peertemuan puncak itu, Xi Jinping membentangkan kepada para pemimpin berbagai negara dan tokoh-tokoh kalangan industri dan perdagangan mengenai proses reformasi dan keterbukaan Tiongkok, masa lampau Tiongkok, masa depan Tiongkok, sementara menyatakan sikap teguh Tiongkok untuk menuntaskan reformasi.

 

 Ketika sidang pleno ke-3 Kongres PKT ke-11 pada Desember 1978 membuka prelude reformasi dan keterbukaan, pendapatan nasional perkapita Tiongkok hanya sekitar 190 dolar Amerika dan jumlah populasi miskin di pedesaan tercatat 770 juta jiwa. Melalui perkembangan selama 40 tahun, Tiongkok kini menjadi ekonomi kedua terbesar di dunia dan pendapatan nasional perkapita melampaui 8.800 dolar Amerika. Sekitar 700 juta orang terlepas dari kemiskinan. “Keajaiban Tiongkok” merupakan penilaian umum dunia mengenai hasil perkembangan reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Di mata Xi Jinping, perubahan drastis perkembangan ekonomi dan sosial Tiongkok dapat disimpulkan sebagai berikut:

 

Ini merupakan proses eksploitasi dan penjajakan. Tiada contoh dalam sejarah manusia bagi sebuah negara besar yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa merealisasi modernisasi.

 

Ini merupakan proses bekerja keras. Tiongkok mengutamakan pembangunan ekonomi, maju bersama dengan zawman, terus merintis dan mengadakan inovasi, dengan mengandalkan semangat gigih berjuang membangun Tiongkok menjadi ekonomi kedua terbesar di dunia, negeri perdagangan komoditi terbesar dan negeri investasi langsung ketiga terbesar di luar negeri.

 

Ini merupakan proses kekayaan bersama. Pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, pembangunan mengandalkan rakyat dan hasil pembangunan dinikmati oleh rakyat, merupakan tujuan fundalmental pendorongan reformasi dan keterbukaan dan pembangunan modernisasi sosialis Tiongkok.

 

 Ini merupakan proses Tiongkok menuju dunia dan dunia menuju Tiongkok. Tiongkok menganut politik luar negeri damai yang bebas merdeka, mempertahankan kebijakan pokok keterbukaan terhadap dunia luar, mengadakan pembangunan dengan keterbukaan, aktif mendorong pembinaan tata tertib internsional yang adil dan rasional, Tiongkok terus memperdalam interaksi dengan dunia luar dan sahabat Tiongkok tersebar di seluruh dunia.

 

Penjelasan Xi Jinping menunjukkan bahwa prestasi Tiongkok hari ini mengandalkan reformasi dan keterbukaan, dan pembangunan berkelanjutan Tiongkok ke depan akan terus mengandalkan reformasi dan keterbukaan.

 

Seperti banyak kota lain di Tiongkok, Kota Hangzhou juga menyaksikan perubahan drastis Tiongkok dalam proses reformasi dan keterbukaan. Pada tahun 2016, Pertemuan Puncak G-20 untuk pertama kali digelar di Tiongkok dan Kota Hangzhou sebagai tuan rumah memberikan kesan yang mendalam kepada dunia. Ibukota kuno yang terkenal di dunia dengan pemandangan yang indah permai menjadi kartu nama kota Tiongkok dengan pembangunan inovatifnya.

 

Di depan upacara pembukaan Pertemuan Puncak Industri dan Perdagangan G-20 pada tahun 2016, Xi Jinping memulai pidatonya dengan mengutarakan kisah Hangzhou. Tahun 2016 adalah tahun pertama Repelita ke-13 dan juga tahun krusial diperdalamnya reformasi komprehensif. Pembangunan Tiongkok berada pada titik tolak historis yang baru. Apakah Tiongkok dapat mempertahankan reformasi dan apakah Tiongkok dapat merealisasi pertumbuhan kontinu dan stabil? Apakah dunia dapat terus memperoleh manfaat dari pembangunan Tiongkok? Xi Jinping justru dengan pengalamannya sendiri di Kota Hangzhou menanggapi perhatian dunia luar dan menjelaskan kebenaran bahwa reformasi dan keterbukaan mendorong perkembangan dan kemajuan Tiongkok.

 

Ia mengatakan, ia pernah bekerja selama 6 tahun di Provinsi Zhejiang dan mengenal semuanya di sini. Ia pernah mengikuti dan menyaksikan perkembangannya. Banyak kota di Tiongkok seperti Hangzhou dalam puluhan tahun yang lalu mengalami kemajuan dan perubahan besar. Banyak keluarga awam dengan kerja rajin telah mengubah kehidupannya. Perubahan-perubahan kecilnya akhirnya menjadi kekuatan yang perkasa dan mendorong perkembangan dan kemajuan Tiongkok, sementara menunjukkan proses besar reformasi dan keterbukaan Tiongkok.

 

Sebagai salahsatu dari empat zona ekonomi khusus yang paling awal di Tiongkok, pembangunan Kota Xiamen boleh dikata merupakan sebuah miniature proses reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Pada bulan September tahun 2017, Pertemuan Puncak BRICS digelar di Kota Xiamen yang dijuluki sebagai taman laut Tiongkok. Presiden Xi Jinping dalam pidatonya berkali-kali menyinggung masa lampau waktu ia bekerja di Xiamen, sempat mengagumi keindahan kota tersebut dan memuji semangat Xiaman yang berjuang gigih.

 

Pada tahun 1985, Dewan Negara menyetujui Zona Ekonomi Khusus Xiamen diperluas ke seluruh pulau dan Xiamen waktu itu berada di front reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Rakyat Xiamen yang rajin dan ulet dengan memanfaatkan kesempatan ini berhasil membangun Xiamen menjadi sebuah kota modern dan internasional.

 

Xi Jinping mengatakan, melalui perkembangan selama sekitar 30 tahun, Xiamen telah mengalami perubahan drastis. Xiamen kini berkembang menjadi sebuah kota inovatif yang bermutu dan proporsi industri baru merupakan 60 persen ke atas. Ekonomi baru dan industri baru berkembang pesat, perdagangan dan investasi juga berkembang bersama. Lalu lintas laut, darat dan udara menjangkau lima benua. Xiamen hari ini merupakan sebuah kota yang dijuluki taman ekologis yang indah di mana manusia dan alam raya hidup berdampingan secara harmonis.

 

Sejak reformasi dan keterbukaan, di bawah pimpinan PKT, rakyat Tiongkok dengan mengandalkan semangat berjuang terus dan keuletan berhasil menempuh sebuah jalan sosialis yang berciri khas Tiongkok. Justru seperti apa yang dikatakan Presiden Xi Jinping, biarkan betapa besarnya tantangan dan kesulitan, kita selalu berjuang terus dan maju dengan perkembangan zaman, dan dengan rajin, berani dan cerdas menulis cerita kemajuan Tiongkok.

 

Xi Jinping pernah mengatakan, saya pertama kali belajar semuanya di Liangjiahe. Desa ini yang terletak di dataran tinggi tanah kuning tidak saja mempunyai waktu 7 tahun lamanya Xi Jinping yang muda, tapi juga menyaksikan perubahan besar reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Pada September 2015, Xi Jinping pertama kali sebagai pemimpin Tiongok mengunjungi AS, waktu itu beliau menceritakan pengalamannya di Liangjiahe dan perubahan besar Tiongkok dicerminkan desa ini.

 

Sejak mengadakan reformasi dan keterbukaan pada 40 tahun lalu, Tiongkok yang ekonominya menduduki nomor 2 di dununia boleh disebut menjadi perubahan besar. Apa keadaannya Tiongkok sebelum reformasi dan keterbukaan, apa perubahaannya dalam waktu 40 tahun lalu, Xi Jinping membagi pengalamanya diri sendiri kepada para peserta jamuan samubtan digelar pemerintah lokal Washington dan organisasi bersahabat AS Pada 22 September 2015,

 

“Pada akhir tahun 60-an abad lalu, saya baru berumur belasan tahun, menjadi petani dari Beijing ke Liangjiahe, satu desa kecil di Provinsi Shaanxi dan tinggal di sana 7 tahun lamanya. Waktu itu, saya dengan petani-petani semua tinggal di Gua tanah, tidur di ranjang tanah, mereka sangat miskin, bahkan tak mendapat daging beberapa bulan lamanya. Saya menjadi sekretaris partai desa ini, memimpin mereka mengembangkan daya produksi, hal saya nantikan ialah mereka bisa makan daging sampai kenyang, dan bisa sering kali makan daging. Pada Tahun baru imlek kali ini, saya sekali lagi pulang desa ini. Liangjiahe telah mempunyai jalan raya, mereka telah tinggal di rumah batu bata, bisa menggunakan inter net, orang-orang yang tua mempunyai asuransi lanjut usia, petani mempunyai asuransi kesehatan, anak-anak mendapat pendidikan yang baik, memang makan daging tidak bermasalah. Ini membuat saya mengetahui Impian Tiongkok adalah Impian Rakyat, hanya memadukan keinginan rakyat yang indah, bisa bisa mencapai sukses. Perubahan desa Liangjiahe adalah cermin perkembangan Tiongkok sejak reformasi dan keterbukaan.

Berbagi:

Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait