Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait

Rapat Peringatan HUT Ke-40 Reformasi dan Keterbukaan Digelar di Beijing


20 December 2018 | By idadmin | CRI

 

Rapat peringatan HUT ke-40 pelaksanaan reformasi dan keterbukaan di Tiongkok digelar di Beijing pada hari Selasa 18 Desember 2018. Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang juga Presiden Tiongkok, Xi Jinping menyampaikan pidato dalam acara peringatan tersebut.

Pada 18 Desember 1978, Partai Komunis Tiongkok menggelar sidang pleno ke-13 Kongres Nasional ke-11 di Beijing, memulai mars mulia reformasi dan keterbukaan serta pembangunan modernisasi sosialis di Tiongkok. Selama 40 tahun ini, produk domestik bruto (PDB) Tiongkok terus meningkat dengan proporsinya dari PDB dunia naik dari 1,8 persen semula menjadi 15,2 persen sekarang. Tingkat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia bahkan melampaui 30 persen untuk beberapa tahun terakhir.

Dalam rapat peringatan HUT ke-40 reformasi dan keterbukaan Tiongkok, Xi Jinping menyatakan, PKT mengambil keputusan historis untuk melaksanakan reformasi dan keterbukaan dengan berlandaskan pada persepsinya yang mendalam terhadap masa depan PKT dan nasib negara, serta kesimpulan mendalam terhadap revolusi dan pembangunan sosialis dan kesepahaman mendalamnya terhadap arus zaman, sekaligus kesadarannya atas harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Reformasi dan keterbukaan merupakan kebangkitan mulia PKT. Kebangkitan itulah yang menumbuhkan ciptaan jaya PKT dari teori sampai ke praktek. Reformasi dan keterbukaan adalah revolusi yang jaya dalam sejarah perkembangan rakyat dan bangsa Tionghoa. Justru revolusi jaya itulah yang mendorong lompatan jaya usaha sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok!”

Xi Jinping menekankan, praktek selama 40 tahun ini sepenuhnya membuktikan bahwa jalan sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok, teori, sistem dan kebudayaan yang diciptakan oleh rakyat berbagai etnis dengan dipimpin oleh PKT sejak Sidang Pleno ke-3 Kongres Nasional ke-11 PKT pada 1978 adalah tepat dan betul banget. Teori pokok PKT serta gagasan dan pedoman pokoknya yang terbentuk selama periode itu adalah sama sekali tepat. Perkembangan yang dialami Tiongkok telah menyediakan pengalaman yang sukses dan membuka prospek yang cerah bagi negara-negara berkembang yang luas dalam perjalanannya menuju modernisasi. Perkembangan Tiongkok merupakan kekuatan perkasa yang mendorong perdamaian dan pembangunan dunia, sekaligus sumbangan penting bangsa Tionghoa terhadap kemajuan peradaban dunia.

Xi Jinping berjanji akan berupaya bersama semua pihak membina platform kerja sama yang baru dengan menitikberatkan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dalam rangka memberikan kontribusinya terhadap pembangunan bersama dunia. Tiongkok sekali-kali tidak akan mengembangkan dirinya sendiri dengan mengorbankan kepentingan negara lain, tapi juga sekali-kali tidak akan melepaskan kepentingannya yang sah. Tiongkok menjalankan kebijakan pertahanan defensif, dan perkembangan Tiongkok tidak akan menimbulkan ancaman terhadap negara mana pun. Tiongkok untuk selama-lamanya tidak mengusahakan hegemoni.

Xi Jinping pada akhirnya mengatakan, Sidang Kongres Nasional ke-19 PKT telah mengajukan target perjuangan yang lebih tinggi bagi pembangunan Tiongkok, alias dari pembentukan masyarakat cukup sejahtera, perwujudan modernisasi sampai pembangunan Tiongkok sebagai negara kuat modern sosialis. Target tersebut merupakan imbauan bagi masyarakat untuk mewujudkan Impian Tiongkok yakni kebangkitan mulia bangsa Tionghoa.

Dalam rapat peringatan sejumlah tokoh-tokoh yang berkontribusi terhadap reformasi dan keterbukaan diberikan penghargaan sebagai pionir reformasi. Sepuluh sahabat internasional dianugerahkan medali persahabatan reformasi Tiongkok.

 

Saksikan, Partisipasi Dalam, Sumbangkan dan Nikmati Bersama Hasil Reformasi dan Keterbukaan Tiongkok

 

Reformasi dan keterbukaan yang dimulai pada tahun 1978, tidak saja mengubah Tiongkok secara mendalam, juga memberi pengaruh besar terhadap dunia. Sebagai negara yang bersyukur, tentu saja tidak lupa orang asing yang pernah memberi dukungan dan bantuan kepada Tiongkok.

Di depan Perayaan Genap 40 tahun Reformasi dan Keterbukaan, Presiden Tiongkok Xi Jinping memberi pidato penting dan menyampaikan terima kasih tulus kepada teman asing dan rakyat sedunia yang memperhatikan dan mendukung reformasi dan keterbukaan serta pembangunan modernisasi Tiongkok. Terdapatlah 10 teman asing memperoleh Medali Persahabatan Reformasi Tiongkok. Mereka adalah saksi mata dan kontributor reformasi dan keterbukaan Tiongkok.

40 tahun yang lalu, waktu Tiongkok memutuskan reformasi dan keterbukaan, berbagai usaha nunggu dibangkitkan. Sedangkan di luar Tiongkok, ekonomi dunia berkembang pesat, kemajuan teknologi besar. Belajar, dan menyerap tenaga ahli dan pengalaman perkembangan adalah kebutuhan urgen bagi Tiongkok pada permulaan reformasi dan keterbukaan.

Pada halnya, warga asing yang ambil bagian dalam proses reformasi dan keterbukaan dan memberi kontribusi jutaan. Sebagai wakil mereka, sepuluh pemenang tersebut tidak saja adalah contoh yang Tiongkok terbuka terhadap dunia luar, pekerjaan, usaha dan proyek yang mereka lakukan demi mendorong reformasi dan keterbukaan Tiongkok adalah manifestasi proses reformasi yang Tiongkok berkembang terus dan kian mendekati dunia. Rakyat Tiongkok tak akan lupa sumbangan mereka.

Tentu saja, Tiongkok yang telah berkembang membawa banyak kejutan dan keajaiban kepada dunia. Pasar Tiongkok yang besar menjadi titik baru pertumbuhan ekonomi banyak perusahaan lintas wilayah. Tingkat kontribusi Tiongkok terhadap ekonomi dunia melampaui 30% beberapa tahun terakhir ini. Zona kerja sama ekonomi dan perdagangan yang dibangun Tiongkok di negara-negara sepanjang Sabuk dan Jalan 2013 sampai 2017 memberi lowongan kerja yang melebihi 200 ribu. Sejak tahun 2004, Tiongkok 300 kali mengikuti pertolongan kemanusiaan internasional. Selain partisipasi dalam aksi pemeliharaan perdamaian PBB, Tiongkok mencabut pula utang negara yang relatif terbelakang sejumlah puluhan miliar Yuan, menyediakan dana sekurangnya US $ 60 miliar, memberi penataran akan tenaga kerja ratusan ribu orang kepada negara-negara berkembang.Justru seperti dikatakannya Presiden Xi Jinping, Tiongkok semakin mendekati pusat arena dunia, menjadi pembangun perdamaian dunia, kontributor perkembangan dunia dan pemelihara tata tertib internasional yang diakui umum komunitas internasional.

Kini, Tiongkok akan bertolak lagi untuk memperdalam reformasi dan keterbukaan. Pasar dengan populasi sekitar 1,4 miliar orang, lingkungan yang terus melaksanakan inovasi dan suasana operasi bisnis yang diperbaiki terus, ruangan dan peluang yang Tiongkok sediakan ternyata lebih besar dibandingkan 40 tahun yang lalu. Saksikan, partisipasi dalam dan menikmati bersama reformasi dan keterbukaan putaran baru akan adalah peluang yang tak boleh diabsen oleh setiap warga asing atau perusahaan asing.

Berbagi:

Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait