Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait

Kehidupan di Indonesia


08 December 2019 | By idadmin | SISU

Saya mau berbicara tentang hal-hal kecil yang saya temui di Indonesia.

*

Pada kuliah pertama yang saya ikuti dengan siswa orang Indonesia, kami mengobrol banyak seperti banyak orang. Pada waktu kuliah mau selesai, teman Indonesia saya bertanya, “mau laku apa telah kuliah?”.

“Kami masih punya kuliah lain sebentar, harus ikuti,” saya jawab, “bagaimana dengan kamu?”

“Santai saja. ”teman jawab.

“Ah? Apa itu?” saya masih belum mengerti.

“Santai, santai saja. Yaitu ‘chill, chill out’. ” dia tertawa, “di sini kami sering santai saja. ngobrol-ngbrol, main-main”.

 

Betul, inilah pada dasarnya bagaimana orang hidup di Indonesia. Hal ini saya tahu tak lama sejak hidup di sini.

**

Festival Kue Bulan pertama di luar negeri, teman-teman tidak mau keluar untuk makan malam. Akan tetapi saya sudah muak dengan nasi goreng, saya pergi keluar sendiri untuk restoran yang belum pernah saya coba, sebagai perayaan kecil.

Beberapa hari yang lalu adalah hari Titik balik matahari musim dingin yang berarti musim dingin sudah tiba di Tiongkok. Harus makan Ronde pada hari ini kalau di kampung halaman saya. Secara kebetulan ada kegiatan di sekolah yang saya sendiri ikut. Sudah malam ketika kegiatan itu selesai. Saya pergi ke restoran yang sering saya kunjungi, pesan nasi goreng yang sering dipesan, makan sendiri, dan akhirnya pulang ke kos.

Perayaannya, sudah cukup saja.

***

Hari kedua saya mengunjungi Yogyakarta dengan teman-teman, kami menemui seorang bapak yang mengarahkan lalu lintas ketika ketika kami tidak tahu di mana tempat naik bus. Setelah kami mengobrol baru kami tahu bahwa bapak itu sangat menyukai Ip Man dan Kungfu Tiongkok. Dia senang sekali untuk menemui orang Tiongkok. Akhirnya temannya membawa kami ke stasiun betul dengan mobilnya.

Pada sore lain waktu saya mengunjungi Tangkuban Perahu dengan teman saya, kami berjalan jauh-jauh dan tinggal di atas gunung lama-lama sehingga bus sudah semua turun gunung ketika kami kembali. Kami tidak tahu bagaimana turun dari gunung tanpa mobil sampai seorang pegawai muncul dan menawarkan bantuan. Dia beri tahu kami betapa indah dan bagus Tiongkok menurutnya. Dia ingin pergi ke Tiongkok jika punya kesempatan, walaupun dia tidak berhenti menggunakan kata “Cina” daripada “Tiongkok” sampai kami mengingatkannya.

 

Empat bulan sudah berlalu sejak kami tiba di Bandung, Indonesia, segala-galanya tetap seperti waktu saya baru datang: hidup di sini selalu santai, baik mahasiswa maupun dosen-dosen, tak pernah terburu-buru; setiap orang Indonesia berhati ramah, saya selalu bersapa dengan satpam dan sopir di kos tempat saya tinggal meskipun masih belum tahu namanya selama ini; saya merasa semakin bangga sebagai orang Tiongkok karena mendengar banyak orang Indonesia menghargai negara kami, meskipun banyak masih kurang tahu dengannya; sudah terbiasa dengan beraneka nasi goreng dan minuman sangat manis di sini dengan lambat laun, meskipun saya tidak mau makan nasi goreng lagi setelah pulang; masih merindukan teman-teman dan keluarga saya, tapi juga menikmati kebebasan di luar. Saya pikir penyesalan terbesar di sini adalah ketika mendengarkan teman-teman di Tiongkok berbicara tentang betapa kerat kursusnya, saya tidak tahu apakah harus senang atau khawatir.

Sudah mengantarkan beberapa teman pulang ke Tiongkok, saya percaya enam bulan depan akan berlalu cepat, saya menantikan dan juga gugup dengannya.

 

Penulis: Liu Zhihuang(Siswa Kelas-3 Jurusan Bahasa Indonesia)

Guru Pembimbing: Yu Qian

Berbagi:

Kontak Media

SISU News Center, Office of Communications and Public Affairs

Tel : +86 (21) 3537 2378

Email : news@shisu.edu.cn

Address :550 Dalian Road (W), Shanghai 200083, China

Membaca Terkait